Senin, 30 Oktober 2017

SOP Pengelolaan Administrasi Gudang

Standard Operating  Prosedure (SOP) Pergudangan

Operasional Warehouse/Gudang sehari-hari diharapkan mengacu kepada satu Standard Operating Prosedure (SOP) Pergudangan yang jelas dan feasible untuk dilakukan oleh karyawan di gudang. Terkadang dalam  penyusunan Standard Operating Prosedure (SOP) Pergudangan departemen Quality manajemen / Assurance menjadi inisiator.  Hal itu dikarenakan keberadaan SOP pada satu bagian adalah indokator sistem manajemen yang baik.

Tetapi jika perusahaan anda saat ini belum  memiliki Departemen Quality Management/ Assurance dan saat ini Warehouse /gudang belum memiliki SOP yang jelas sehingga berjalan sesuai “kebiasaan” karyawan atau sebaliknya SOP ada namun tidak cukup jelas dan mudah untuk dipraktikkan dalam operasional gudang, kira-kira apa yang akan terjadi? Hal seperti itu sering terjadi dan dampak ketidak jelasan SOP tersebut adalah  : 
1.   Kebocoran aset perusahaan yang ada di gudang dalam berbagai macam jenis penyimpanan karena tidak adanya panduan SOP yang jelas.
2.   Budaya kerja ‘semau atasan’ atau ‘turun temurun’ dimana hal ini mengakibatkan demotivasi bagi karyawan di bawah yang tentu menghendaki adanya satu standarisasi kerja.
3.   Kualitas pekerjaan yang tidak standard. Berbeda orang yang mengerjakan akan berbeda perlakuannya, sehingga kualitas kerja tergantung kepada ‘orang’ dan bukan kepada sistem.
Untuk menghindari ketiga hal di atas tentu dibutuhkan adanya satu dokumen SOP sebagai panduan kerja standard bagi seluruh karyawan yang bekerja di Warehouse. 
Untuk itu pada buku ini diuaraikan salah satu contoh SOP pergudangan secara detail untuk kebutuhan terutama bagi industri skala kecil menengah melalui adanya sebuah Standard Operating Prosedure (SOP) Pergudangan.

        Contoh SOP Pergudangan untuk operasional penerimaan barang di gudang.



Catatan :
a.   Pada halaman 1 SOP adalah lembaran documen history yang menjelaskan history SOP mulai saat pertama kali dibuat, revisi 1, revisi 2 dan seterusnya, termasuk perubahan yang setiap bagian. Halaman 1 SOP ini juga memuat lembar pengesahan SOP.
 Pada bagian atas (header) SOP memuat beberapa hal berikut : Logo perusahaan di kiri atas,         judul SOP, efektif berlaku nya SOP, keterangan dokumen. Bagian atas SOP merupakan bagian yang sama untuk halaman selanjutnya, hanya berubah di penunjuk saja.


Catatan   : 
Pada halaman 2 dari SOP memuat informasi : Tujuan SOP dibuat Ruang Lingkup SOP, penanggung jawab SOP, Definisi dan singkatan dari istilah-istilah yang ada dalam SOP. Bagian ini diperlukan untuk mengetahui keterangan-keterangan SOP yang tidak dapat di paparkan dalam diagram visual (pada halaman selanjutnya).

Bagian ini dapat dikatakan merupakan bagian yang paling penting karena membuat seluruh informasi alur proses dari aktifitas sesuai judul pada SOP (dalam hal ini penerimaan barang).
Terbagi atas 3 kolom  ; Aktifitas dokumen / catatan Mutu dan keterangan. Bagian Aktifitas menunjukan proses tahapan demi tahapan pada aktifitas penerimaan. Dokumen / Catatan Mutu memberikan informasi dokumen-dokumen apa saja yang terlihat dalam seyiap tahapan. Bagian keterangan menunjukan detail catatan dan definisi-definisi pada setiap jahapan proses.
Secara umum beberapa hal di atas mendeskripsikan isi Standar Operating Prosedure (SOP) Pergudangan pada aktifitas penerimaan barang, tentu setelah proses-proses ini masih terdapat aktifitas operasional lain di gudang, seperti Put Away, Packing, Checking, Loading, Return, Stock Opname dan sebagainya.

Dalam rangka pelaksanaan tanggung jawab atas barang-barang dalam gudang, maka kepala gudang harus membuat mengadakan pembukuan barangbarang di dalam gudangnya.

Kepala gudang harus membuat sistem pembukuan sedemikian rupa sehingga dapat diketahui bahwa catatan barang-barang cocok dengan barang-barang secara fisik. Kecocokan ini menyangkut baik jenisnya, jumlahnya, nilainya, tempatnya di gudang, kapan diterimanya dan lain-lain yang dianggap perlu.

Untuk keperluan tersebut, maka kepala gudang harus membuat kartu gudang untuk setiap macam barang yang memuat tentang penambahan barang, pengurangan dan persediaan /saldo barang dalam gudang. Kartu gudang yang diletakkan pada tumpukan barang yang bersangkutan, dinamakan pula kartu gudang (label).

Disamping kartu gudang, maka kepala gudang harus membuat pula buku atau kartu stock barang untuk setiap jenis /ukuran barang. Kartu ini disimpan dalam kotak kartu, dengan susunan secara alfabetis. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bendaharawan  barang/ kepala gudang/ pengurus barang dan unit-unit menyelenggarakan barang/kepala gudang / pengurus barang dan unit-unit harus menyelenggarakan administrasi pergudangan yang baik, yaitu : 
a.   Menyelenggarakan tata buku pergudangan yang jelas dan mudah diperiksa
b.   Membukukan mutasi barang setiap terjadi mutasi
c.   Menyelenggarakan pembukuan dan administrasi barang dalam buku-buku dan/ atau kartu barang misalnya : 
1. Buku penerimaan 
Gudang buku ini memuat semua keterangan-keterangan tentang buktibukti atau dokumen-dokumen penerimaan barang 
2. Buku Pengeluaran Gudang 
Buku ini memuat semua keterangan tentang bukti-bukti penyerahan atau penerimaan barang
3.    Buku Kekayaan Gudang
Buku ini memuat dan menunjukkan setiap saat dan jumlah nilai dalam uang dari semua barang yang di simpan di gudang 
4. Kartu Persediaan Barang 
Kartu ini memuat semua keterangan yang meliputi penambahan, pengurangan, persediaan dan harga dari suatu jenis barang (bahkan dari setiap ukuran dari jenis barang) tertentu.

Ini berarti bahwa setiap jenis, bahkan setiap ukuran tipe dari suatu jenis barang harus dibuatkan kartu sendiri. Kartu-kartu yang begitu banyak jumlahnya itu, harus disimpan dalam kotak peti khusus untuk itu, dengan susunan secara alfabetis.

Dasar dalam melakukan administrasi gudang pada perusahaan ritel adalah :
Barang,PO dan Faktur.
a.   Barang yang dikirim suplier diterima oleh bagian Receiving atau Ekspedisi kemudian di cek silang berdasarkan PO
b.   PO (Purchase Order) dikeluarkan oleh Divisi Pembelian (Divisi Buyer) di periksa (chek list) pada bagian tanggal permintaan barang kuantitas atau jumlah barang per unit, dan keadaan fisik barang.
Apabila kondisi tersebut sesuai dengan permintaan kemudian PO di tandatangani oleh supplier, petugas receiving dan bagian pembelian sebagai bukti persetujuan. Dokumen-dokumen tersebut terdiri dari tiga rangkap, 1 lembar kebagian EDP (Entry Data Procesing), 1 lembar ke bagian keuangan, dan 1 lembar lagi ke bagian gudang

Barang dari bagian Receiving di distribusikan sesuai dengan sifat/ kondisi barang. Barang-barang dalam jumlah banyak, sudah di dapat, barang-barang program, langsung dikirim ke bagian gudang, akan tetapi barang-barang Fast Moving di distribusikan langsung ke area toko.

Tiap-tiap counter setiap hari mendata barang-barang yang dijual, apabila barang sudah habis atau berkurang seorang pramuniaga bisa melakukan permintaan barang ke gudang. Pencatatan persediaan barang di gudang bisa dilakukan dengan cara manual dan komputerisasi.
 
Sumber : Direktorat Pembinaan SMK 2014




0 komentar:

Posting Komentar