Rabu, 18 Oktober 2017

Karakteristik Barang dan Jasa



Majunya suatu usaha sangat berhubungan dengan manajemen bisnis, sedangkan laju pertumbuhan suatu perusahaan dipengaruhi oleh banyak hal seperti usaha pengembangan produk baru, konsep penjualan (sales concept) dan konsep pemasaran (marketing concept), oleh karena itu dalam kegiatan sales concept dan marketing concept tidak terlepas dari kegiatan promosi (sales promotion) dan kegiatan display, sales promotion merupakan hal untuk mempromosikan barang secara langsung agar menarik minat calon pembeli terhadap produk yang dipromosikan.

Komunikasi peritel dengan pelanggannya tidak selalu menggunakan media massa seperti dengan suara di radio, dengan tulisan dan gambar seperti di majalah dan koran, ataupun dengan media suara dan gambar seperti di televisi. Komunikasi dapat terjadi melalui gambaran visual, lay out maupun display produk di dalam toko. Komunikasi visual adalah komunikasi perusahaan ritel atau toko dengan konsumennya melalui wujud fisik, seperti identitas toko, lay out dan display maupun in-store communication. Dalam hal ini display merupakan suatu peragaan untuk mempengaruhi konsumen melalui demontrasi pemajangan barang sehingga memperoleh kesan tersendiri bagi konsumen (semi personal). Salah satu penentu keberhasilan dalam bisnis ritel adalah cara mendisplay produk dengan benar. Sistem display berkaitan erat dengan jenis barang, ukuran, warna, rasa, kemasan, bentuk penataan, dan seterusnya.

Display (penataan produk) merupakan salah satu aktivitas terpenting dalam keseharian operasional pengelolaan sebuah toko output yang dihasilkan dari aktivitas yang satu ini berpengaruh langsung pada tingkat keberhasilan penjualan di dalam toko, terlebih bagi toko-toko ritel modern yang memiliki format layanan mandiri (swalayan) seperti mini market, supermarket maupun hypermarket. belakangan, display yang dilakukan oleh para peritel modern berkembang semakin inovatif, terutama sejak semakin banyaknya peritel yang memahami konsep dan pemanfaatan alat bantu display (visual merchandising) yang kini semakin populer. bentuk arsitektur sebuah toko menunjukkan status sosial, budaya dan perubahan dari ekonomi setempat. dahulu, bentuk ritel berupa toko-toko milik suatu keluarga yang berdiri sendiri. Kini berubah menjadi toko-toko di dalam satu arcade atau suatu mall di mana arcade, promenade, gallery, sebagai satu area terlindung dengan suasana menyenangkan. Konsep ini menjadi gambaran makin besarnya kebutuhan ruang wisata belanja.

Marc Gobe, penulis buku pemasaran dalam salah satu buku terlarisnya, Emotional Branding mengungkapkan munculnya kecenderungan perdagangan eceran (retail) yang mampu menjadi sebuah kekuatan promosi. Mengalahkan kekuatan dari media periklanan sendiri. Retailing has become advertising. Hal ini diperoleh lewat kekuatan ritel-ritel yang tak semata karena menawarkan harga produk yang murah. Melainkan lebih karena kecerdikan retailer menciptakan kesan nyaman kepada konsumen saat menghadapi produk dalam sebuah pusat perbelanjaan.

Penataan produk adalah suatu cara pengaturan barang dagangan yang diterapkan perusahaan dengan semenarik mungkin untuk memikat pelanggan. Untuk dapat memvisualisasikan penataan produk yang menarik perlu perencanaan yang optimal. Selain itu, untuk memperoleh hasil yang baik memerlukan desainer penataan produk yang profesional, sumber daya manusia yang menguasai tetang display, memahami jenis produk, mutu, dan spesfikasi barang yang akan ditata, megetahui segmentasi pasar yang akan dijadikan sasaran, serta kode etik dalam penjualan.

a.      Pengertian Penataan Produk/Penataan Barang Dagangan.


Menata produk dikenal dengan banyak istilah diantaranya yaitu : display, visual merchandising, merchandise presentation dan lain sebagainya. Sedangkan pengertian display dapat dilihat sebagai berikut:
               Ngadiman (2008 : 329) menyatakan bahwa Display: tata letak barang dengan memperhatikan unsur pengelompokan jenis dan kegunaan barang, kerapihan dan keindahan agar terkesan menarik dan mengarahkan konsumen untuk melihat, mendorong, dan memutuskan untuk membeli.
               Kegiatan menata / menyusun barang dagangan dengan menggunakan media / alat (Fixture) dan kaidah – kaidah tertentu, agar barang dagangan dapat di komunikasikan / di informasikan dengan jelas dan menarik kepada konsumen
               Suatu cara penataan produk terutama produk barang yang diterapkan oleh perusahaan tertentu dengan tujuan untuk menarik minat konsumen.
               William J.Shultz, menyatakan “Display consist of simulating customers attention and interest in a product or a store, and desire to buy the product or patronize the store, through direct visual appeal”. Display adalah suatu cara mendorong perhatian dan minat konsumen pada toko atau barang dan mendorong keinginan membeli melalui daya tarik penglihatan langsung (direct visual appeal ). Salah satu cara memikat pelanggan adalah dengan cara membiarkan calon pembeli untuk melihat, meraba, memegang, mencicipi, mengendarai, mencoba dan sebagainya agar dia mengetahui fungsi barang tersebut.
               Menurut Buchari Alma (2004:189) adalah sebagai berikut “ Display ialah keinginan membeli sesuatu yang tidak didorong oleh seseorang, tapi didorong oleh penglihatan ataupun oleh perasaan lainnya.”
Pelaksanaan display yang baik adalah salah satu kunci keberhasilan dalam self sevice, hal ini dapat dilihat di setiap para penjual, baik penjual asongan, warung kecil, toko, bahkan mega mall. Adapun tujuan pendisplay adalah sebagai berikut:
               Antetion dan interest customer, yaitu untuk menarik perhatian para pembeli dengan cara menggunaka lampu warna warni, pernak pernik, cat dinding yang bervariasi warnanya bila perlu diberikan hiasan, plang toko yang besar dan sebagainya.
               Desiser dan action customer, yaitu untuk menimbulkan keinginan-keinginan Calon pembeli sehingga tertarik untuk memiliki barang yang di pamerkan/pajang,dengan cara menghias tempat barang dagang, memberikan label harga yang besar bila discon, bahkan menghias barang daganga dengan hiasan yang menarik dan melengkapinya dengan pelengkap lainnya dan sebagainya.

               Penataan Produk (Display) dapat dibagi dalam beberapa bagian
Penataan produk (display) dapat dapat dibagi dalam beberapa bagian diantaranya adalah sebagai berikut :
  Window Display

Window display adalah pemajangan barang dagangan di etalase atau jendela kegiatan usaha atau mmajangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, simbol-simbol, dan sebagainya dibagian depan toko yang disebut etalase.

Window display adalah untuk menarik minat konsumen sekaligus menjaga keamanan barang dagangan.window display hanya memperlihatkan barang dagangan yang ditawarkan saja, tanpa dapat disentuh oleh konsumen, sehingga pengamanan menjadi lebih mudah. Bila konsumen ingin mengetahui lebih lanjut, maka ia dipersilahkan untuk masuk lebih memperjelas pengamatannya.

Tujuan display

          Untuk menarik perhatian pelanggan

          Menemancing minat pelanggan

          Untuk menimbulkan impulse buying (dorongan seketika untuk membeli)

          Menimbulkan daya tarik

          Menyatakan berkualitas dengan harga terjangkau
                       
          Interior Display

Yaitu memajangkan barang-barang dagangan, gambar-gambar, kartu harga, simbol-sibol, boneka, yang unik, menarik, lucu, antik yang dipajang di dalam etalase, gondola, meja, rak di dalam toko. Barang-barang yang dipajang dengan interior display adalah barang-barang yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Interior display terbagi atas beberapa bagian yatiu:

Open display, yaitu barang dipajang pada tempat terbuka sehingga pembeli mudah untuk melihat dan mengamati, memilih barang dagangan tersebut tanpa bantuan petugas penjual (pramuniaga), misalnya self display, island display (barang-barang diletakkan diatas lantai dan ditata dengan baik sehingga menyerupai pulau-pulau).

Kebaikan dari open interior display antara lain;
·           Barang dagangan dapat dijual dengan cepat
·           Pemilik toko dengan mudah mengadakan perubahan susunan pajangan bilamana sewaktu waktu diperlukan.
·           Alat alat yang dipakai untuk memamerkan barang sederhana.
·           Barang yang dipajangkan biasanya :
·           Barang barang yang lama lakunya
·           Barang barang yang ingin cepat habis terjual
·           Barang barang yang dibeli atas dorongan kata hati

Closed display, yaitu barang dipajang di dalam lemari kaca, etalase kaca, atau sebagainya sehingga pembeli haya bisa melihat saja tampa memegang dan untuk memegang atau mencobanya harus dengan bantuan karyawan. Hal ini bertujuan untuk menjaga barang agar tidak kotor, lebih menarik, atau mungkin barangnya mahal dan menghindari dari pencurian.
          Architectural display, yaitu memperlihatkan barang-barang dalam penggunaannya, misalnya di ruang tamu, di kamar tidur, di dapur dengan perlengkapannya. Cara Architectural display ini dapat memperbesar daya tarik calon pembeli terhadap barang karena barang-barang dipertunjukkan secara realistis.

       Eksterior Display
Yaitu pemajangan barang dengan penataan di luar toko, misal pada saat obral atau promosi. Eksterior display diartikan pemajangan barang dagangan di tempat tertentu di luar kegiatan usaha yang biasa digunakan. Pemajangan sistem ini banyak digunakan untuk promosi barang, pengenalan produk baru, penjualan istimewa seperti cuci gudang, discount dan sejenisnya. Untuk pemasaran secara tetap pemajangan sistem ini kurang optimal karena kelemahan faktor pengamanan, cuaca, pengiriman barang dan sebagainya. Intinya, eksterior display hanya tepat dipergunakan untuk kondisi penjualan tertentu.
Fungsi dari eksterior display ini adalah:
·           Memperkenalkan peroduk baru, secar ekonomis dan cepat
·           Membantu produsen menyalurkan barang dengan cepat
·           Membantu mengkoordinasi advertising dan merchandising,
·           Menyebabkan adanya kontinuitas skema dan tema warna dari pembungkus dan
·           Membangun hubungan baik dengan masyarakat/konsumen, misalnya pada acara parade atau hari-hari nasional dan lain sebagainya

Selain itu perlu diperhatikan juga beberapa hal dalam display, yaitu:
Setore design dan decoration, yaitu tanda-tanda yang dapat mempermudah pelanggan dalam penyimpanan barang biasanya tanda-tanda ini di simpan di atas meja digantung di dalam toko dan digunakan pada moment-momet tertentu atau pada toko besar.
          Dealer display, penataan yang dilaksanakan dengan cara mholesaler, yang terdiri atas simbol-simbol dan petunjuk penggunaan yang tertera pada produk, sehingga memberi peringatan pada petugas penjaga agar jagan memberikan petunjuk diluar keteranggan yang tertera pada produk.
      
Solari Display
Solari display yaitu menempatkan barang dagangan di bagian Depaertement Store sebagai daya tarik bagi konsumen setelah masuk kedalam toko, misalnya pakaian yang digunakan oleh boneka model (menequin). Baik dengan open interior display, maupun dengan closed interior display, barang dagangan itu perlu diatur, ditata, disusun sedemikian rupa, agar para konsumen atau para pelanggan dapat tertarik dan berminat mau membelinya.

Banyak cara yang dilakukan para pengusaha untuk memikat, merangsang agar barang dagangannya banyak diminati, disenangi para konsumen dan para pelanggan. Salah satu cara untuk memajukan barang dagangannya, diantaranya dengan ikut serta menyelenggarakan pameran. Pameran (exhibition) adalah salah satu cara promosi barang dagangan dengan melalui pameran khusus.

0 komentar:

Posting Komentar